Letak Kesalahan dalam Suatu Pemikiran Keagamaan
Perspektif
Sunday, 21 December 2008

OLEH: MOHAMMAD ADLANY

Akal manusia -berdasarkan apa yang telah dikatakan dalam pembahasan tentang parameter dan mizan kebenaran dalam rasionalitas dan Epistemologi- perlu melakukan berbagai peneltian, observasi, dan pencarian untuk menemukan dan menyingkap persoalan- persoalan yang hakiki dan realitas-realitas yang obyektif, dan setelah dia menemukan hakikat-hakikat tersebut, maka semestinya dia merancang dan membentuk kehidupannya yang sesuai dengan pengetahuan dan makrifat hakikinya itu dan berupaya menyesuaikan perilaku-perilakunya dengan pengetahuan yang diperolehnya, termasuk di dalamnya adalah tindakan-tindakan yang berkaitan dengan politik dan sosial kemasyarakatan. Metode, lintasan, dan alur pemikiran manusia bisa jadi berada pada salah satu dari tiga jalan berikut: induksi (istiqra'), analogi (tamtsil), dan argumen (burhan).

 
GHADIR KHUM: SEBUAH PERISTIWA SEJARAH YANG MUSTAHIL UNTUK DIINGKARI
Sejarah & Tokoh
Sunday, 21 December 2008

OLEH: MUHAMMAD ALCAFF

Allah Swt berfirman: “Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu), berarti kamu tidak menyampaikan risalah/agama-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al Maidah: 67)

 
Benarkah Kita Bangsa yang Bodoh ?
Perspektif
Monday, 24 November 2008

Oleh: Ismail Amin

Catatan lepas dari Training Strategi Pembelajaran dengan Mutiple Intelligency Himpunan Pelajar Indonesia Iran 

Di Asia Tenggara indeks pembangunan manusia Indonesia menempati posisi ke-7 di bawah Vietnam. Negara kitapun masuk Guines Book of Record karena menjadi negara perusak hutan tercepat di dunia. Walaupun telah gundul, masih saja terjadi penebangan liar yang merugikan negara sekitar USD 2 Miliar.

 
Hizbullah Lebanon vs Nasionalisme Arab
Perspektif
Monday, 17 November 2008
Oleh : Ali Reza Alatas

Prakarsa Timur Tengah Besar yang dipublikasikan oleh Negara-negara Industri G-8 mencakup empat aspek utama yaitu Politik, Sosial, Budaya dan Ekonomi. Keempat aspek ini memaksa Negara-negara Industri G8 berkewajiban membantu AS dan negara-negara kawasan untuk merealisasikan Ide dan prakarsa ambisius tersebut.
 
Merajut Kembali Toleransi Kebangsaan
Perspektif
Monday, 17 November 2008
Oleh: Ismail Amin
Pada dasarnya, sejak dahulu rakyat di negeri ini sadar dengan adanya kemajemukan bangsa. Namun kemajemukan itu tidaklah dijadikan dalih untuk saling menyudutkan, justru dijadikan sebagai kekuatan pemersatu menuju terbentuknya republik. Kelompok nasionalis berlatar belakang sekuler, kalangan agamis (Islam), dan kelompok komunis melakukan konsolidasi di bawah payung ideologis bernama keindonesiaan.
 
Kedudukan Akal dalam Perspektif Agama
Teologi & Filsafat
Monday, 17 November 2008
Oleh: Mohammad Adlany
Antara agama dan akal terdapat hubungan dua arah dimana hubungan ini berada dalam bentuk yang sedemikian eratnya sehingga mustahil membayangkan adanya pemisahan di antara keduanya. Makna hubungannya bisa dijabarkan dalam bentuk yang lain.
 
Ketinggian Islam dan Kemunduran Idiologi-idiologi Modern
Khutbah
Monday, 27 October 2008
 Pidato Presiden Ahmadi Nejad
Dalam kondisi seperti apakah dunia sekarang ini? Adakah masyarakat dan penduduk puas dengan kondisi yang ada ? Bahkan relakah para politikus dan para penguasa dunia dengan kondisi dunia terkini? Apa yang diinginkan oleh masyarakat?
 
Israiliyyat Dalam Tafsir dan Hadis
Ulumul Quran
Sunday, 19 October 2008

Oleh: Ibnu Husein Alhady 

Tulisan ini memuat sekelumit tentang Israiliyyat mulai dari definisi,sejarah masuknya israiliyyat dalam tafsir dan hadis serta faktor-faktor yang menyebabkan masuk dan tersebarnya cerita-cerita fiktif dan tidak logis ini dalam dunia islam beserta tokoh-tokoh utamanya.
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 18 dari 121