Tamu
Saat ini ada 14 pengunjung yang online
Anggota: 430
Berita: 176
WebLinks: 54
Pengunjung: 674244
|
|
Seminar
|
|
Selasa, 17 Juli 2007 |
|
Media Center Pada pembukaan Konferensi 6 BKPPI ini digelar juga empat orasi ilmiah dan diskusi dengan mengusung berbagai tema. Orasi ilmiah pertama dari Prof. Amien Rais sekaligus seremonial pembukaan acara konferensi BKPPI kali ini diiringi dengan pembacaan doa. Dalam orasinya mantan ketua MPR ini menjelaskan bahwa mengapa bangsa Indonesia yang sesungguhnya kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusianya ini justeru masih tertinggal jauh dibanding Negara-negara lainnya, ia mengatakan karena Indonesia selama ini telah kehilangan kemandiriannya. Hilangnya kemandirian ini lanjut Amien, berdampak pada hilangnya juga kebanggaan nasional. Orang Indonesia di luar negeri malu untuk mengaku sebagai orang Indonesia ketika ditanya orang asing. Pada akhirnya karena kemandirian dan kebanggaan terhadap bangsa sudah hilang maka pelan-pelan kedaulatan bangsa pun akan hilang.
|
|
Seminar
|
|
Selasa, 17 Juli 2007 |
|
Media Center Indonesia adalah sebuah Negara kaya yang menjadi rebutan Negara-negara colonial pada masanya untuk kemudian dapat mengeksploitasi kekayaan alam yang ada padanya, sehingga pada akhirnya kemerdekaan dan kemandirian Indonesia dari penjajah-penjajah tersebut harus dibayar mahal dengan darah dan air mata rakyat. Selain itu Indonesia adalah juga sebuah Negara yang mempunyai batas territorial yang sangat luas dan dengan jumlah penduduk dan kekayaan alam yang begitu besar. Maka menurut Sekjen BKPPI periode 2004-2007 Muchtar Lutfhi jika semua ini dikelola dengan baik maka akan menjadi peluang bagi terciptanya kemajuan dan perbaikan Indonesia ke depan.
|
|
Seminar
|
|
Selasa, 17 Juli 2007 |
|
Media Center Amien Rais beserta keluarga tiba di Iran Minggu 15 Juli 2007 memenuhi undangan Panitia Pelaksana Konferensi BKPPI Se Timur Tengah dan sekitarnya untuk mengisi orasi ilmiah di acara konferensi ini dan sekaligus membukanya. Amien Rais dalam pembukaan konferensi yang bertemakan “Membangun Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia yang Berkeadilan” mengatakan bahwa kewajiban membangun dan merekonstruksi bangsa dan negara pada hakikatnya adalah kewajiban keagamaan dan bukan sekedar kewajiban kewarganegaraan, politik atau keduniaan.
|
|
Seminar
|
|
Selasa, 17 Juli 2007 |
Refleksi Nasional Sebuah bangsa yang merdeka semestinya memiliki individu-individu masyarakat yang merdeka pula. Bumi pertiwi secara de facto telah memproklamasikan kemerdekaannya sejak 17 Agustus 1945, berarti sudah 62 tahun Indonesia hidup sebagai bangsa yang terlepas dari “penjajahan”. Tetapi apakah kita benar-benar sudah merdeka? Dengan tidak sedikitpun mengurangi rasa syukur kepada Tuhan dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para pahlawan bangsa, tentunya seperti kita ketahui ada sejumlah kriteria bagi sebuah bangsa untuk dapat disebut sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan terlepas dari segala bentuk penjajahan.
|
|
Hukum Islam
|
|
Sabtu, 07 Juli 2007 |
|
Oleh: Rabiah Adhawiah Beik Atas dasar ini, mungkin ungkapan yang sesuai dengan konteks kekinian adalah pernyataan bahwa hijab adalah sebuah bentuk kasih sayang. Allah swt menciptakan manusia dengan bentuk terbaik dan kaum hawa merupakan cerminan terbaik dari hal tersebut. Namun, sebagaimana kita saksikan di dunia nyata kecantikan dan keelokan setiap wanita berbeda satu sama lain. Dari sini, apakah perempuan yang dikenal sebagai makhluk yang penuh perasaan tidak akan tersentuh hatinya saat dikatakan kepadanya: Tidakkah engkau merasa kasihan pada sesama jenismu yang tidak memiliki keelokan seperti dirimu? Tidakkah engkau merasa iba terhadap mereka yang kehilangan cinta dan kasih sayang suaminya karena penampakan tubuhmu?
|
|
Hukum Islam
|
|
Sabtu, 07 Juli 2007 |
|
Oleh : Sekha Al Edrus Pembahasan teoritis hijab dalam pandangan irfan berarti membicarakan hijab berdasarkan kaidah teoritis irfan. Sedangkan pembahasan amali hijab dalam pandangan arif atau arifah berarti membicarakan hijab secara praktis yang dilakukan oleh seorang arif. Hal ini seiring dengan pemahaman kita tentang Islam yang selalu bertumpu pada dua hal yaitu akidah dan amal. Dan karena hakikat irfan sebenarnya adalah hakikat Islam itu sendiri, maka seluruh ajaran yang merupakan akidah atau prinsip kepercayaan adalah irfan teori itu sendiri. Dan semua amal atau praktek islami yang telah ditetapkan oleh Allah swt dan harus ditaati oleh setiap muslim mukallaf adalah irfan amali itu sendiri.
|
|
Ulumul Quran
|
|
Senin, 02 Juli 2007 |
|
Oleh: Nasir Dimyati Itulah beberapa fakta yang disebutkan secara langsung oleh para mufasir, namun perlu juga dicermati bahwa kategori munafik ini bisa juga mencakup mubalig, kiyai, guru, dosen, ustad, dan penasihat yang berperan seperti lentera yang membakar dirinya dan menerangi yang lain, mereka bertablig, berpidato, mengajar, mengisi kuliah, dan menasihati orang lain dan orang lain menjadi terang karena cahaya kandungan tablig, pidato, pelajaran, kuliahan dan nasihat mereka, tapi mereka sendiri tidak mencari terang dari apa yang mereka katakan dan tidak mengamalkannya, mereka mengetahui ajaran Allah swt. tapi mereka tidak mengetahui-Nya. Di dalam hadis disebutkan terkadang “Allah menguatkan agama-Nya dengan orang yang bejat”.
|
|
Sejarah & Tokoh
|
|
Senin, 02 Juli 2007 |
|
Oleh: Saleh Lapadi Sementara itu Mahmud Abbas yang merasa gembira beberapa kabinet Palestina berasal dari orang-orangnya secara sesumbar langsung mengeluarkan pernyataan bahwa Kabinet Persatuan ini akan mengakui Israel, namun Ismail Haniyeh segera menepis isu itu. Ternyata, tidak saja ia harus menerima Hamas dan menyetujui langkah-langkah Hamas setelah Fatah mendapat kursi di kabinet Haniyeh, pernyataan Ismail Haniyeh bahwa Kabinet Persatuan juga tidak menerima Israel, membuat ia menjadi salah tingkah; baik menghadapi Hamas karena terikat perjanjian dan menghadapi Israel karena pro perdamaian Palestina Israel.
|
|
Sejarah & Tokoh
|
|
Senin, 02 Juli 2007 |
|
Oleh: Indah Maria Bahkan menurut sebuah riset bahwa perempuan didalam taqarrub illallah atau mendekatkan diri kepada Allah itu lebih cepat dan mudah sebab mereka mepunyai perasaan yang halus dan lembut sehingga hatinya mudah cair dan larut didalam beribadah, mereka cepat meneteskan air mata, cepat tersentuh ketika melihat penderitaan, rasa kasih, cinta dan sayangnya sangat besar dsbnya dan semua itu merupakan inti dari mendekatkan diri kepada Allah.
|
|
Dialog Mazhab
|
|
Senin, 18 Juni 2007 |
|
Oleh: Saleh Lapadi Melihat porsi pembahasan tanah Fadak dalam khotbah Sayyidah Fathimah as bila dibandingkan dengan keseluruhan khotbah yang cukup panjang itu, dapat diamati bahwa tujuan Sayyidah Fathimah as lebih mulia dari sekedar yang dibayangkan oleh sebagian orang. Mereka menganggap Sayyidah Fathimah as menuntut tanah Fadak karena tidak beliau berbeda dengan orang lain yang juga begitu menitikberatkan masalah materi. Bila tujuan Sayyidah Zahra as adalah sekadar memenuhi kebutuhan materi sekalipun dari jalan halal karena itu adalah miliknya, maka masalah Fadak akan menyita sebagian besar dari khotbah itu.
|
| | << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Selanjutnya > Akhir >>
| | Hasil 73 - 92 dari 135 |
|
|
Berita
Cache Directory Unwriteable
|