Tamu

Saat ini ada 8 pengunjung yang online
Anggota: 430
Berita: 176
WebLinks: 54
Pengunjung: 674211

Daftar Anggota






Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!
Depan
Keutamaan Sholat di Awal Waktu
Ulumul Quran
Sabtu, 25 Agustus 2007

Oleh: Haedar Yusuf

Pandangan Alquran dan Hadits,  serta Perjalanan Hidup Para Imam Maksum dan Ulama

Pendahuluan

Alhamdulillah, puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt dan sholawat serta salam kita haturkan kepada junjungan nabi besar islam Muhammad saww dan kepada keluarganya yang suci dan jauhkanlah rahmatmu ya Allah atas orang-orang yang memusuhi mereka.

Sholat adalah salah satu dari rukun-rukun islam yang sangat ditekankan kepada seluruh ummat islam untuk menjalankannya bahkan anjuran dari nabi besar Muhammad saw untuk tidak meninggalkannya, karena seluruh perbuatan baik dan buruk  tergantung pada yang satu ini. Jika sholat kita baik maka seluruh perbuatan kita juga akan baik, karena sholat yang kita lakukan setiap hari sebanyak lima waktu itu subuh, dzuhur, asar, magrib dan isya akan mencegah kita dari perbuatan jelek, namun sebaliknya jika kita mendirikan sholat dan masih juga melakukan hal yang tidak terpuji maka kita harus kembali pada diri kita masing-masing dan mengkoreksi kembali apakah sholat yang kita dirikan itu benar-benar sudah memenuhi syarat atau ketika kita mendirikannya, benak dan pikiran kita masih dikuasai atau diganggu oleh pikiran-pikiran selain Allah. Itu semua perlu juga kita perhatikan.

 
Vali Nasr dan Respon Terhadap Azyumardi Azra
Perspektif
Jumat, 03 Agustus 2007
Oleh: Irman Abdurrahman

Pada awalnya, saya berpikir asumsi-asumsi “liar” Vali Reza Nasr (saya katakan demikian setelah membaca beberapa esainya yang tampaknya mencerminkan ide dasar dari buku tersebut) hanya akan bergema di dinding-dinding Gedung Putih, atau di jurnal-jurnal para pemikir neokonservatif Amerika. Tapi ternyata saya salah, setidaknya ketika Diwan hendak menerbitkan bukunya, The Shi’a Revival: How Conflict within Islam Will Shape the Future, yang menjadi referensi favorit para pemikir dan jurnalis neokon. Dan kemudian, secara singkat, diulas Azyumardi Azra dalam kolom “resonansi” di Republika.

 
REKOMENDASI
Seminar
Rabu, 01 Agustus 2007

REKOMENDASI  

KONFERENSI KE-6  BADAN KERJASAMA PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA

SE-TIMUR TENGAH DAN SEKITARNYA (BKPPI)

Qom, Republik Islam Iran, 15-20 Juli 2007

 

I. DASAR PEMIKIRAN    

Indonesia adalah negara yang luas wilayahnya, banyak penduduknya, dan kaya alamnya. Kuantitas-kuantitas besar ini merupakan kenyataan sejarah bangsa yang dari satu sisi amat efektif sebagai peluang pembangunan, pemberdayaan dan pengembangan, dan dari lain sisi sangat potensial sebagai tantangan yang menutup pintu-pintu peluang tersebut.

Sejarah mencatat bahwa lebih dari 300 tahun, bangsa Indonesia hidup di bawah penjajahan dan penghinaan. Selama itu pula, perlawanan dan usaha merebut kembali kehormatan dan hak menentukan hidup mandiri terus berlangsung. Sebagai negara kepulauan, perjuangan bangsa bertebaran di berbagai tempat. Betapa banyak pengorbanan yang dikerahkan. Betapa banyak darah kesatriaan yang ditumpahkan. Dan, betapa banyak nama yang gugur sebagai pahlawan perjuangan. Semua dipersembahkan untuk sebuah nama; nama Indonesia yang kelak menyatukan kepulauan, membatasi keluasan wilayah, dan mendefisisikan satu identitas bagi suku-suku yang banyak. Itulah asas Bhineka Tunggal ika.

 
DEKLARASI
Seminar
Rabu, 01 Agustus 2007
DEKLARASI
KONFERENSI KE-6  BADAN KERJASAMA PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA
SE-TIMUR TENGAH DAN SEKITARNYA (BKPPI)

 
 
Kami BKPPI setimur tengah dan sekitarnya dengan ini menyatakan:

1. Bertekad meningkatkan peran dan fungsi BKPPI.
2. Bertekad mempererat ukhuwah islamiyah dan tali silaturahmi antar pelajar dan mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan sekitarnya melalui visi dan misi BKPPI.
3. Bertekad meningkatkan kemampuan intelektualitas dengan saling tukar pikiran, informasi dan pengalaman dalam bentuk aktifitas yang  berorientasi pada kemaslahatan bangsa dan negara.
4. Bertekad melaksanakan kegiatan kerjasama di bidang pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, politik, hukum dan hak asasi manusia.
5. Bertekad menjalin hubungan yang lebih erat dengan ikatan Alumni Timur Tengah dan sekitarnya dan instansi-instansi lainnya di tanah air.
6. Bertekad ikut aktif dalam mempelopori dan mengikuti kegiatan mahasiswa tingkat nasional dan internasional.
7.  Bertekad melaksanakan fungsi kontrol sosial secara konsekuen.
8.  Bertekad aktif memberikan sumbangan pemikiran dan hasil-hasil kajian dalam berbagai bidang.
9. Bertekad mentransfer ilmu-ilmu keislaman dan sains ke tanah air sebagai upaya pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia Indonesia.
10. Bertekad membantu pemerintah dan pihak-pihak lainnya dalam meningkatkan  dan mempererat jalinan kerjasama dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.
11.  Bertekad untuk memperluas jaringan kerjasama antara BK-PPI se-Timur Tengah dan sekitarnya dengan PPI lain se-dunia.
 
 
Dideklarasikan di Qom
Tanggal, 18 Juli 2007
               4 Rajab 1428
 
1. HPI Iran 2. PPMI Mesir 3. PPI Syiria 4. PPMI  Pakistan 5. HIPMI Jordania 6. HPMI Yaman 7. PPI Maroko 8. PPI India
 
Amien Rais: ...Pemerintah Drop Popularitasnya Gara-gara Tunduk Sama Kemauan Super Power....
Wawancara
Jumat, 20 Juli 2007

Wawancara Eksklusif dengan Amien Rais

Menurut bapak apa relevansi tema konferensi yang dibawa teman-teman BKPPI kali ini dengan kondisi bangsa sekarang mengingat ada sebagian masyarakat Indonesia yang menganggap seolah-olah kemandirian dan keadilan bagi bangsa Indonesia adalah sesuatu yang utopis?

Jadi tema konferensi ke 6 ini dari BKPPI memang amat sangat pas, sangat relevan karena yang dihadapi bangsa kita memang terutama dua itu, jadi pertama kita telah kehilangan kemandirian nasional, kepercayaan diri sudah luntur, kita bahkan tidak lagi merawat kedaulatan ekonomi, kedaulatan politik, kedaulatan hukum kita, jadi ini adalah hal yang sudah amat sangat jauh sehingga adik-adik di timur tengah itu betul kalau mengangkat tema ini. Dan masalah keadilan itu juga makin lama makin jauh dari kenyataan, yang terjadi mungkin  adalah kezaliman ekonomi, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin senen kemis gitu nasibnya. Dan kesenjangan sosial juga makin menganga lebar. Jadi dua ini, dua hal yang sangat fundamental tapi tidak bisa diselesaikan satu-dua tahun, ini membutuhkan pemikiran yang relatif matang dan komitmen nasionl dari semua tokoh dan  elit untuk bersama-sama bangsa yang besar ini menyelesaikan masalah itu, jadi saya kira memotret masalah dengan betul itu sudah langkah awal yang sangat baik, bayangkan kalau potretnya keliru langkahnya juga akan keliru, jadi saya kira alhamdulillah potret yang sudah dibuat oleh BKPPI timur tengah dan sekitarnya sudah betul, sudah akurat.
 
Islam menjadi asas BKPPI Timur Tengah dan sekitarnya
Seminar
Jumat, 20 Juli 2007

Media Center

Pada sidang pleno ketiga yang berlangsung cukup alot hari ini dibahas panjang lebar mengenai beberapa perubahan AD/ART organisasi. Poin-poin yang menurut peserta sidang dianggap perlu direvisi dan tidak menguntungkan organisasi maka disepakati untuk dirubah. Disepakati pula asas BKPPI adalah Islam bukan Pancasila. Kesepakatan ini diambil berdasarkan suara terbanyak peserta, 6 PPI menginginkan BKPPI berasaskan Islam, sementara 2 PPI lainnya Pancasila.

 
Konferensi percayakan Sekjen pada Maroko
Seminar
Jumat, 20 Juli 2007

Media Center

Siang hari sebelum dilaksanakan sidang pemilihan sekjen BKPPI periode 2007-2010, Media Center Konferensi sempat mewawancarai delegasi PPI Mesir Nur Fuad Shofiyullah seputar Konferensi ke 6 BKPPI. Ketika ditanya apakah ada rencana dari PPI Mesir untuk mengambil alih kembali sekjen periode kedepan, Fuad menjawab tidak karena menurutnya perlu diadakan rolling sekjen kepada setiap PPI, ia menambahkan PPI Mesir akan mendukung Syiria sebagai sekjen BKPPI periode ke depan tapi kendalanya adalah izin masuk ke Syiria itu sulit diperoleh katanya lantas bagaimana bisa untuk menjalin komunikasi yang lebih baik jika kondisinya seperti itu.

 
Indahnya Keadilan
Seminar
Jumat, 20 Juli 2007
Media Center

Allah Swt berfirman: “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Maidah: 8)

“Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun terhadap kerabat(mu).” (QS. Al An`am: 152)

Pesan berlaku adil itu begitu kental mewarnai Al Qur’an. Bahkan salah satu tujuan diutusnya ribuan para nabi di muka bumi ini adalah untuk menegakkan keadilan. Dalam teologi Islam keadilan mendapat tempat yang istimewa. Dua kubu besar umat Islam Mu`tazilah dan Asya’irah pada prinsipnya sama-sama mengakui bahwa Tuhan itu adil dan bahkan Maha Adil. Tuhan mengharamkan kezaliman sekecil biji atom buat diri-Nya. Meskipun terdapat perbedaan di antara dua kubu tersebut dalam menafsirkan makna keadilan Tuhan. Lebih jauh lagi, Syiah bahkan memasukkan unsur keadilan sebagai salah satu rukun akidahnya dimana keadilan Ilahi merupakan rukun akidah kedua setelah makrifatullah (mengenal Allah). Alhasil, keadilan merupakan esensi ajaran Islam dan Al Qur’an.

 
Cumlaude untuk HPI Iran
Seminar
Jumat, 20 Juli 2007

Media Center

Durasi waktu 2 jam malam ini  dilewati dengan Sidang Pleno kedua Konferensi. Agenda sidang kedua ini laporan pertanggungjawaban Sekjen BKPPI periode 2004-2007 dilanjutkan dengan pemandangan umum delegasi konferensi dan tanya jawab.

Dalam laporannya Muchtar Luthfi mengatakan BKPPI di usianya yang sudah lebih dari 40 tahun ini dintutut harus lebih matang dan stabil, melihat kondisi BKPPI sebelumnya yang relatif mandeg baru setelah Konferensi Cairo 2005 BKPPI kembali tergugah dan etos kebersamaan yang dibarengi dengan kerjasama meningkat kembali.

 
BELAJAR MANDIRI
Seminar
Jumat, 20 Juli 2007
Media Center

Konferensi ke-6 Badan Kerjasama Persatuan Pelajar Indonesia Se-Timur Tengah dan Sekitarnya (BKPPI) dibuka secara resmi oleh Prof. Amien Rais pada hari Minggu, 16 Juli 2007. Konferensi kali ini mengusung tema yang cukup gagah dan mentereng, “Membangun Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia yang Berkeadilan”. Beberapa tokoh nasional dan praktisi pendidikan ikut meramaikan konferensi kali. Sebut saja nama Dr. Bambang Pranowo, staff menhan Juwono Sudarsono, Dr. Masyitoh Chusnan dari DEPDIKNAS, dan beberapa rektor dari pelbagai universitas penting di tanah air yang diundang oleh pusat studi internasional Qom, Iran. Tentu saja lebih dari 7 utusan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) setimur tengah dan Eropa pun ikut menyukseskan hajatan ilmiah besar ini.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 61 - 80 dari 135
 
Advertisement