Tamu
Saat ini ada 5 pengunjung yang online
Anggota: 430
Berita: 176
WebLinks: 54
Pengunjung: 674211
|
Wawancara
|
Sabtu, 19 September 2009 |
|
Pada acara peringatan kemenangan Hizbullah Lebanon dalam Perang 33 Hari Ke-3, kami berhasil bertemu dengan Sekjen pemberani Hizbullah Sayyid Hasan Nasrullah bersama romongan anggota Komite Solidaritas Palestina. Dalam pertemuan itu, saya disertai Naser Soudani, anggota parlemen dan Hossein Shaikhul Eslam, Wakil Departemen Luar Negeri menjelaskan proses pembentukan Komite Solidaritas Palestina. Saya menanyakan beberapa poin mengenai kinerja solidaritas terhadap muqawama Palestina dan Lebanon, boikot produk-produk rezim Zionis Israel dan sederet pertanyaan lainnya terkait masalah ini. Ketika tiba giliran Sayyid Hasan Nasrullah, setelah menyampaikan pembukaan, menjelaskan secara panjang lebar mengenai pelbagai masalah rerional, Lebanon dan Palestina dan persatuan antara Ahli Sunnah dan Syiah. Hal yang disampaikan beliau juga terkait hubungannya dengan Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei. Hubungan yang patut dicermati. Karena berisikan peristiwa-peristiwa yang tidak pernah disampaikan dan untuk pertama kalinya saya mendengarnya. Namun demikian sebagian dari kenangan dan hubungan ini baru akan disampaikan dan dipublikasikan setelah beberapa waktu. Tidak terlalu berlebihan bila saya mengatakan pertemuan ini termasuk yang paling memberikan kenangan yang tiada bandingannya. Anggota rombongan yang hadir juga tidak pernah merasakan pertemuan selama itu.
|
|
Senin, 27 Oktober 2008 |
Wawancara eksklusiv Presiden Ahamadi Nejad wawancara dengan agen surat kabar AP (New York) 2007Reporter:Anda yang mengemukakan bahwa Iran tidak ingin malangkah untuk berperang. Adakah anda berusaha ingin ada dialog dengan pihak Amerika, dan ini akan bermanfaat bagi anda? Adakah tuntutan damai anda dengan seluruh negara tetangga anda, termasuk Israil?
|
|
Rabu, 16 Januari 2008 |
|
Wawancara dengan Antoine Bara Antoine Bara adalah seorang Kristen yang sejak mudanya melakukan penelitian atas kehidupan dan perjuangan Imam Husein as. Penelitiannya kemudian dibukukan dan ditulis berdasarkan Injil dan ucapan-ucapan Isa as. Sebuah buku yang sulit dicari bandingannya karena ditulis oleh seorang Kristen. Ia kemudian memberikan nama bukunya “Al-Husein fi al-Fikr al-Masihi” (Husein as menurut seorang Kristen). Antoine Bara dalam bukunya menekankan tiga sisi penelitian, sastra dan emosional. Ia berhasil menggabungkan pandangan Islam dan Kristen dengan sangat baik. Ia membuat perbandingan antara kehidupan dan kesahidan Isa as dan kehidupan dan kesahidan Imam Husein as. Analisa yang dilakukannya terkadang sampai pada titik di mana ia benar-benar menuangkan kreativitasnya. Usaha ini perlu diacungi jempol oleh seorang muslim yang obyektif dan perlu dibaca.
|
|
Selasa, 15 Januari 2008 |
Bincang-bincang Islat dengan U Abdullah Beik MA. Berikut wawancara Islam Alternatif dengan Ustad Abdullah Beik MA seputar Asyura. Islat: Apa yang mendasari pengikut mazhab Ahlulbait memperingati hari syahadah Imam Husain as atau yang disebut dengan “Asyura”? A Beik: Banyak faktor yang mendasari hal itu, di antaranya sebagai berikut: a. Adanya teks-teks hadis secara umum tentang keharusan kita mencintai Imam Husain sebagai salah seorang dari pribadi-pribadi keluarga Nabi yang disucikan. Dan salah satu bentuk mengekspresikan kecintaan itu dengan memperingati hari lahir dan wafat beliau.
|
|
Sabtu, 29 Desember 2007 |
|
Wawancara Bersama Dr. Nasr Hamid Abu Zaid Kebanyakan orang berkeyakinan, Syeikh Amin Al-Khuli sebagai pelopor studi Al-Quran kontemporer. Ia juga orang pertama yang mengkaji Al-Quran lewat pendekatan sastera. Lalu bagaimana Anda melihat diri Anda dengan pemikiran Amin Al-Khuli? Dan Apakah Anda sebelumnya pernah mengenalnya dari dekat? Saya tidak mengenal Syeik Amin Al-Khuli dari dekat, namun ia adalah orang pertama yang mencetak makalah saya di majalah Al-Adab. Pada waktu itu saya masih remaja. Sejak masa itu saya mulai punya hubungan batin dengannya. Setelah memasuki universitas dan sepeninggal Al-Khuli, saya mempelajari dengan teliti buku-bukunya dan beberapa penelitian Muhammad Ahmad Khalaf Allah. Kajian saya kali ini berbarengan dengan kesadaran saya akan krisis studi-studi keislaman di Fakultas Bahasa Arab dan masalah yang mendera Universitas Al-Azhar. Salah seorang dosen paling berpengaruh dalam pemikiran saya adalah Syukri Iyad. Ia adalah murid Syeikh Al-Khuli. Penulisan tesis S2 saya berjudul Yaum Al-Hisab Fi Al-Quran di bawah bimbingannya. Syukri Iyad terpaksa membanting setir dari jurusan kajian dan mata kuliah yang diberikannya dari studi-studi keislaman menjadi studi yang terkait dengan kritik.
|
|
Senin, 26 November 2007 |
|
Wawancara dengan Abdul Karim ayah Sayyid Hasan Nasrullah Ia diberi julukan “Mahbub Arab” (kecintaan Arab). Ia adalah Sayyid Hasan Nasrullah, Sekjen Hizbullah. Saat ini ia menjadi pusat perhatian para pemimpin negara-negara Arab dan media massa dunia. Tidak banyak berbicara, tapi bila berbicara, ia akan melakukannya secara tepat dan singkat. Kalimat singkat itu merasuk mencerahkan pemikiran para pendengarnya dan hal ini yang membuatnya semakin dicintai. Sayyid Hasan Nasrullah menjadi kebanggaan pecintanya, sekaligus menggetarkan musuh-musuhnya. Banyak orang yang ingin mengetahui masa kanak-kanak dan remaja Sayyid Hasan Nasrullah. Dalam wawancara ini, Anda akan membaca sekilas masa kanak-kanak dan remajanya. Bagaimana lingkungan tempat ia tinggal yang meneladani kepribadiannya. Semua ini akan Anda temui dalam wawancara dengan Abdul Karim Nasrullah, ayah Sayyid Hasan Nasrullah yang beberapa waktu lalu menjadi tamu Teheran.
|
|
Rabu, 03 Oktober 2007 |
|
Kami selalu tepat dalam melaksanakan tugas dan kewajiban kami. Kami juga mentaati segala perintah dari atasan kami apa adanya, walaupun harus berakhir dengan kematian atau mungkin perintah itu adalah perintah bunuh diri. Mungkin Anda pernah dengar teman-teman kami belalang di China yang melemparkan diri mereka ke laut atas perintah ratu mereka. Begitu juga ikan paus yang secara berkelompok menepi ke pantai dan akhirnya mereka mati. Tak satupun dari mereka yang berani menyembunyikan diri dan lari dari perintah atasan mereka.
|
|
Sabtu, 25 Agustus 2007 |
|
Wawancara dengan Mohammad Arkoun Apa fokus gerakan Islam dan proses perkembangannya? Apakah gerakan ini awal kelahiran Islam Prancis atau Islam Eropa? Dalam ringkasan wawancara ini, Muhammad Arkoun mengulas keadaan Islam di Prancis secara khusus dan Eropa secara Umum. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, dia mengidentifikasi persoalan utama terletak pada ketidaksiapan intelektual umat Islam dan kaum imigran ke Eropa. Dia percaya bahwa mereka ini secara keliru telah menerangkan topik-topik keislaman dan menisbatkan berbagai hal fiktif dan palsu kepada Islam. Karenanya, gejala ini—menurutnya—menyebabkan Islam di Eropa lemah dalam mengambil peran yang berarti, kecuali jika ia bisa menciptakan perubahan besar dalam kancah ilmu pengetahuan. Tentunya, tugas ini menuntut; pertama, pembangunan sebuah landasan yang kuat dan; kedua, kebebasan penuh dalam lingkungan ilmu dan pengetahuan, khususnya ilmu-ilmu Humaniora dan agama yang perlu ditelaah secara mendalam.
|
|
Jumat, 20 Juli 2007 |
Wawancara Eksklusif dengan Amien Rais Menurut bapak apa relevansi tema konferensi yang dibawa teman-teman BKPPI kali ini dengan kondisi bangsa sekarang mengingat ada sebagian masyarakat Indonesia yang menganggap seolah-olah kemandirian dan keadilan bagi bangsa Indonesia adalah sesuatu yang utopis? Jadi tema konferensi ke 6 ini dari BKPPI memang amat sangat pas, sangat relevan karena yang dihadapi bangsa kita memang terutama dua itu, jadi pertama kita telah kehilangan kemandirian nasional, kepercayaan diri sudah luntur, kita bahkan tidak lagi merawat kedaulatan ekonomi, kedaulatan politik, kedaulatan hukum kita, jadi ini adalah hal yang sudah amat sangat jauh sehingga adik-adik di timur tengah itu betul kalau mengangkat tema ini. Dan masalah keadilan itu juga makin lama makin jauh dari kenyataan, yang terjadi mungkin adalah kezaliman ekonomi, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin senen kemis gitu nasibnya. Dan kesenjangan sosial juga makin menganga lebar. Jadi dua ini, dua hal yang sangat fundamental tapi tidak bisa diselesaikan satu-dua tahun, ini membutuhkan pemikiran yang relatif matang dan komitmen nasionl dari semua tokoh dan elit untuk bersama-sama bangsa yang besar ini menyelesaikan masalah itu, jadi saya kira memotret masalah dengan betul itu sudah langkah awal yang sangat baik, bayangkan kalau potretnya keliru langkahnya juga akan keliru, jadi saya kira alhamdulillah potret yang sudah dibuat oleh BKPPI timur tengah dan sekitarnya sudah betul, sudah akurat.
|
|
Rabu, 30 Mei 2007 |
|
Wawancara dengan Ibu Alaswand Faribo Pornografi dan seks merupakan perwujudan dunia patriarki, karena dengan buka-bukaan wanita telah membiarkan tubuhnya dinikmati para lelaki hidung belang. Sementara dengan busana muslimah yang dikenakannya, perempuan muslim telah memploklamirkan bahwa jiwanya milik dirinya sendiri. Jilbab merupakan langkah pertama para perempuan muslim agar dapat mengembangkan segala profesionalisme dan potensi insani yang ada pada dirinya dan ia tidak dilihat dari sisi gendernya.
|
| |
|
|
Berita
Cache Directory Unwriteable
|