Tamu

Saat ini ada 8 pengunjung yang online
Anggota: 430
Berita: 176
WebLinks: 54
Pengunjung: 674247

Daftar Anggota






Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!
Depan arrow Sejarah & Tokoh
Sejarah & Tokoh
Al-Husi Vs. Saudi Arabia (1)
Kamis, 21 Januari 2010
Posisi geografis propinsi Sa’dah
Propinsi Sa’dah yang mencakup 15 kota di dalamnya terletak di utara Yaman dan berbatasan dengan Arab Saudi. Wilayah Sa’dah adalah pusat Mazhab Syiah Zaidiyah, lebih tepatnya mereka adalah pengikut Syiah Zaidiyah Hadawiyah Jarudiyah yang keyakinanya sangat dekat dengan Syiah duabelas Imam.

Jarak wilayah Sa’dah dari ibukota Yaman San'a kurang lebih 243km. Wilayah yang dihuni oleh 3,5% dari total masyarakat Yaman adalah wilayah pegunungan dan dilingkupi oleh barisan gunung-gunung. Posisi geografis itu jugalah yang menyebabkan kekuatan gerakan Al-Husi bertambah dua kali lipat dan sangat menguntungkan mereka dalam perang gerilya.
 
Seberapa Besar Hasil Kebangkitan Al-Husain?
Sabtu, 09 Januari 2010
Murtadha Muthahari ra.

Sejauh data-data sejarah yang tercatat dalam kitab-kitab sejarah Islam, dapat ditemukan bebarapa hasil dan dampak dari kebangkitan Imam Husain as. di Karbala, di Asyura, melawan Yazid, penguasa zalim saat itu. Di antaranya:

1.    Awal Perlawanan terhadap Penguasa
Dapat dipastikan bahwa bahwa Hari Asyura adalah kesempatan terakhir Imam Husain untuk mempersembahkan segala yang dimilikinya di jalan Allah swt, adalah kesempatan terakhir untuk menanam sesuatu. Pada  hari itu pula beliau mulai menuai hasil.
 
Menangis untuk Imam Husein: Budaya Kaum Surga
Rabu, 06 Januari 2010
Pandangan Ahlussunah Wal Jamaah 

 

Pendahuluan

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang besar bagi manusia, nikmat yang tak terbatas dan tak bisa dijangkau oleh pengetahuan manusia yang terbatas. Kenikmatan tersebut bisa berupa kenikmatan materi maupun ruhani. Luapan perasaan sedih atau senang misalnya, dan perasaan cinta adalah salah satu contoh dari kenikmatan tersebut. Betapa indahnya karena kita masih bisa merasa senang ketika mendapatkan berita yang menggembirakan, begitu juga betapa indahnya ketika hati kita masih bisa hanyut dalam kesedihan dikarenakan telah datang berita yang menyayat hati dan sanubari.
 
Imam Mahdi adalah Cahaya Allah SWT
Selasa, 11 Agustus 2009
Oleh: Haidar Yusuf
 
Salam atasmu di hari engkau dilahirkan dan salam atasmu di hari engkau akan dimunculkan...
 
Kelahiran Yang Penuh Berkah
 
Syekh Hur Al-Amili ra. salah seorang ulama besar Syiah menukil sebuah hadis, bahwa Imam Shadiq as. bersabda:
 
“Pada malam di mana Al-Qaaim (laqab Imam Zaman af) dilahirkan, tidak ada bayi yang lahir pada malam itu kecuali ia akan menjadi seorang mukmin, dan jika dilahirkan di negara kafir, maka Allah SWT.  akan memindahkannya menuju keimanan dengan berkat Imam Mahdi af.” [1]
 
 
GHADIR KHUM: SEBUAH PERISTIWA SEJARAH YANG MUSTAHIL UNTUK DIINGKARI
Minggu, 21 Desember 2008

OLEH: MUHAMMAD ALCAFF

Allah Swt berfirman: “Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu), berarti kamu tidak menyampaikan risalah/agama-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al Maidah: 67)

 
Kecerdasan Hamas kecemasan Barat
Senin, 02 Juli 2007

Oleh: Saleh Lapadi

Sementara itu Mahmud Abbas yang merasa gembira beberapa kabinet Palestina berasal dari orang-orangnya secara sesumbar langsung mengeluarkan pernyataan bahwa Kabinet Persatuan ini akan mengakui Israel, namun Ismail Haniyeh segera menepis isu itu. Ternyata, tidak saja ia harus menerima Hamas dan menyetujui langkah-langkah Hamas setelah Fatah mendapat kursi di kabinet Haniyeh, pernyataan Ismail Haniyeh bahwa Kabinet Persatuan juga tidak menerima Israel, membuat ia menjadi salah tingkah; baik menghadapi Hamas karena terikat perjanjian dan menghadapi Israel karena pro perdamaian Palestina Israel.

 
Perempuan termasuk khalifah Allah
Senin, 02 Juli 2007

Oleh: Indah Maria

Bahkan menurut sebuah riset bahwa perempuan didalam taqarrub illallah atau mendekatkan diri kepada Allah itu lebih cepat dan mudah sebab mereka mepunyai perasaan yang halus dan lembut sehingga hatinya mudah cair dan larut didalam beribadah, mereka cepat meneteskan air mata, cepat tersentuh ketika melihat penderitaan, rasa kasih, cinta dan sayangnya sangat besar dsbnya dan semua itu merupakan inti dari mendekatkan diri kepada Allah.

 
Fatimah Zahra a.s; Perwujudan Ayat Tathhir
Senin, 18 Juni 2007

Oleh: Abdurahman Arfan

Az-zahra as adalah lambang kesucian, sosok pribadi agung sepanjang zaman, tauladan bagi setiap insan. Cinta kepada Zahra as merupakan kecintaan kepada Rasul saww dan sekaligus kecintaan kepada Allah, sebuah mata rantai cinta yang tidak pernah terputus,. Az-zahra as adalah paling mulianya manusia di sisi nabi serta cahaya mata dan buah hati Rasul sebagimana sabda beliau: “Fatimah adalah paling mulianya manusia disisiku, putriku Fatimah, adalah wanita yang terbaik diseluruh jagat raya, sejak pertama kali  wanita diciptakan hingga kelak pada akhir zaman, dialah cahaya mata dan buah hatiku.”


 
Peledakan Samarra dan Timur Tengah Baru
Kamis, 14 Juni 2007

Oleh: Saleh Lapadi

Bin Jabrin adalah ulama Wahhabi/Salafi nomor dua setelah Abdurrahman al-Barrak. Sebelum ini ia termasuk anggota Dewan Fatwa negara Arab Saudi. Tahun lalu ia mengeluarkan fatwa agar seluruh tempat-tempat suci orang-orang Syiah dihancurkan. Menurutnya, “Jangan biarkan bangunan-bangunan yang kelihatannya indah dianggap sebagai bagian dari Islam. Karena sekalipun bangunan-bangunan ini berada di negara-negara Islam, namun syariat tidak menerimanya. Islam memerintahkan untuk menghancurkan bangunan-bangunan seperti itu”.

 
Antara Imam Khomeini dan Mulla Shadra
Minggu, 10 Juni 2007

Oleh: Syarif Lak Za’i

Hal yang menarik adalah berbeda dengan apa yang biasa terjadi dan berdasarkan apa yang ditemukan dalam karya-karyanya, Mulla Shadra tidak pernah menghadiahi penguasa dengan karya-karyanya. Ia bahkan tidak pernah memberikan ruang untuk memuji penguasa waktu itu. Apa yang terjadi pada zaman Mulla Shadra, pada masa Imam Khomeini terjadi perubahan di mana institusi marja’iyah telah kokoh dan Imam Khomeini sebagai seorang ahli fiqih sekaligus penafsir filsafat Hikmah Muta’aliyah berhasil menduduki lembaga ini.

 
 

Berita

Cache Directory Unwriteable
Advertisement