Tamu

Saat ini ada 14 pengunjung yang online
Anggota: 430
Berita: 176
WebLinks: 54
Pengunjung: 674236

Daftar Anggota






Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!
Depan arrow Perspektif arrow Palestina Bantah Bulan Sabit Syiah
Palestina Bantah Bulan Sabit Syiah Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Rabu, 03 Oktober 2007

Oleh: M Turkan

Jelas, persoalan Palestina ini bukanlah permasalahan Sunnah dan Syiah, bukan pula kepetingan Arab atau Ajam. Palestina milik Islam dan seluruh kaum Muslimin dunia. Dukungan dan bantuan dalam bentuk apa pun terhadap bangsa terjajah di sana adalah kewajiban moral, tugas manusiawi dan hukum agama. Justru yang perlu dipertanyakan dan dipikirkan adalah; di mana letak Bulan Sabit Syiah? Bukankah ini hanya sekedar tuduhan yang tidak beralasan dan cara mendistorsi opini kaum Muslimin dari saudara-saudara mereka di Palestina?!

“Yaumul Quds adalah hari dunia, Yaumul Quds bukanlah khusus bagi bangsa Palestina. Yaumul Quds adalah hari bangkitnya para tertindas melawan penindas”. Imam Khomeini

“Yaumul Quds adalah hari dimana Islam harus di hidupkan”. Imam Khomeini

“Wajib bagi kaum Muslimin mempersiapkan dirinya melawan Israel”. Imam Khomeini

Perang dan pertumpahan darah seakan menjadi hukum sepanjang perjalanan sejarah umat manusia. Sungguh sangat disayangkan sekali. Selain ditentang fitrah manusia, kenyataan ini senantiasa menjadi titik bidik ajaran para nabi. Tapi keinginan para penguasa dzalim dan para penindas yang jauh dari pendidikan wahyu telah membuat peperangan dan pertumpahan darah sebagai watak dasar mereka.

Secara teoretis, ada dua macam bentuk peperangan; fisik dan syaraf. Yang pertama menyangga kekuatannya dengan senjata yang didesain oleh jajaran ahli dengan dukungan prestasi tehknologi sehingga dapat mengancam keamanan dunia. Tetapi dalam perang yang belakangan lebih jauh canggih, rumit dan halus melalui kanal-kanal ilmu dan pengetahuan.

Dewasa ini, bukan saja perang saraf menjadi ujung tombak perang fisik, tapi justru telah menjadi basis strategi. Di berbagai tempat dan waktu, ketika tidak ada rasionalitas untuk memulai perang fisik, fungsi dari perang urat syaraf itu sesegera mungkin dilancarkan. Kekuatan dan dampaknya bisa berakibat fatal dan genosida atas sebuah bangsa beserta kandungannya. Inilah cara awal meraih kemenangan jika perang fisik nantinya dilakukan.

Dan secara praktis, sejak kemenangan Revolusi Islam di Iran pada 1979 hingga kini, kekuatan-kekuatan dunia dan sekutunya selalu berusaha memobilisasi perang fisik untuk melawan Islam, dan tentunya juga perang syaraf. Mereka berharap target perang kedua ini lebih besar dari perang fisik sebagai perang yang sesungguhnya.

Contoh nyata dari perang saraf itu adalah pembusukan terhadap Islam dan Iran dengan membuat isu “Bulan Sabit Syiah”. Tujuannya, membuat opini dunia bahwa Iran sebenarnya sedang berekspansi ke negara-negara Arab. Sekalipun dapat dengan mudah menunjuk hidung aktor intelektual penyulut perpecahan dan konflik, tapi yang sangat disayangkan adalah keterlibatan para pemimpin Arab dari elite berigal yang riuh rendah merespon isu ini dan mengamininya.

Isu kabur dan provokatif ini sebelumnya memang telah dilontarkan oleh beberapa pemimpin Arab yang dalam sejarah kawasan Timur Tengah mempunyai catatan yang tidak sedap seperti Raja Husein Yordania, Anwar Sadat si Fir’uan dari Mesir, Saddam Husein diktator Irak juga sekelompok zionis Nasrani dan Yahudi.

Propaganda isu Bulan Sabit Syiah terus digulingkan bagai bola salju dan dikembangbiakkan media-media barat, Zionis dan ahli-ahli setempat untuk menghancurkan kekuatan Islam, kemengan Revolusi. Pada intinya, isu ini diangkat dalam rangka menciptakan opini masyarakat Timur Tengah agar tetap hangat di kepala mereka bahwa Iran adalah musuh utama mereka. Tentu saja, untuk mengukur keberhasilan isu ini, kita harus meninjau kembali sejauhmana perubahan opini yang berkembang dalam masyarakat di Timur Tengah.       

Satu hal yang menjadi titik perhatian adalah kenyataan sejarah kontemporer; bahwa ketika Barat, terutama Amerika, dengan segenap modus politiknya yang busuk dan kejam mangalami kekalahan, mereka mulai menjual isu murahan itu ke dunia Islam dengan keuntungan; dapat memojokkan Iran sebagai negara yang tidak toleran dengan hampir semua kebijakan politis dunia internasional, terutama Amerika Serikat. Amerika dengan semua kegagalan yang dipetik di sepanjang ambisinya menjadi adikuasa tunggal selalu mencari-cari kambing hitam sebagai sebab eksternal. Dengan cara ini mereka berusaha keluar dari krisis dan dilematika tanpa ongkos besar. Pandangan sederhana ini tidak lebih dari sebuah keinginannya untuk menjadi adikuasa tunggal.

Kegagalan bertubi-tubi Amerika di satu sisi telah membangun kesadaran dan mengairahkan kebencian masyarakat internasional terhadap politiknya di seluruh dunia. Di lain sisi, kegagalan ini telah memaksa Amerika untuk masuk ke dalam kancah perang baru dengan menggunakan semua peralatan super canggih dan sistem ultramodern dalam menghadapi negara-negara berdaulat yang tidak mendukungya.     

Begitulah titik awal dimulainya perang fisik terhadap Iran karena penentangan kaum Muslimin terhadap politik luar negeri Amerika tidak mendapat respons positif dari negara-negara sahabat, “Wa makaru makaraallah wa Allahu Khairul makirin”. Seketika ada peluang, mereka dipastikan akan memasuki era perang fisik untuk menggempur Iran. Dan kalau ini yang terjadi, keamanan dunia akan sangat kritis, karena perang ini tidak hanya berlangsung di kawasan, tetapi justru akan melebar lebih ekstensif, yaitu perang global. Ini yang sejak awal sudah diperingatkan oleh bapak Revolusi Islam, Imam Khomaini, bahwa Timur Tengah akan menjadi lautan api kapan saja Amerika menyerang Iran.

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, produksi dan tehnologi di Iran, arus distribusi mengalir cukup besar ke dalam dunia Islam, dan ini menambah sebab kegeraman negara adikuasa untuk segera mengenyahkan Iran dari peta dunia. diputusnya hubungan oleh adikuasa dan berdiri di atas kaki sendiri malah membuat Iran berhasil membebaskan ketergantungannya dari negara-negara lain; tampil percaya diri dan mampu menguasai ilmu dan pengetahuan setelah semuanya berada di bawah dominasi adikuasa. Hancurnya hegemoni ilmu pengetahuan dan kekuatan barat telah menambah catatan bahwa Iran dengan segera harus dibasmi dari dunia.

Potret politik Amerika di awal usia Revolusi Islam Iran semakin tampak telanjang pada capaian mutakhir negeri Mullah akhir-akhir ini. Yaitu tatkala mereka secara arogan mengajukan proposal propagandis isu “Bulan Sabit Syiah”. Perlu diketahui bahwa istilah Bulan Sabit Syiah ini semata-mata datang dari musuh Islam; datang dari mereka yang tidak menganggap penting kaum Muslimin. Dan, bagi mereka, Sunnah dan Syiah itu pun sama saja; tidak ada bedanya.

Memang, munculnya isu ini Bulan Sabit Syiah sedikit berdampak pada kehidupan bermazhab dan bernegara di negara-negara muslim. Dampak yang paling mencolok adalah semakin meruncingnya perseteruan Syiah dan Sunnah di negara-negara kawasan. Dan inilah yang diingankan oleh musuh-musuh Islam.

Yang patut dicatat adalah bahwa Barat dengan isu tersebut sedang mempersiapkan politik adu domba di tengah umat Islam dan berusaha menghancurkan semua mazhab di dalamnya sehingga setiap potensi dan kekuatan mereka dilumpuhkan, terkotak-kotak dan mudah dimasuki dan dikuasai. Dalam keadaan demikian, musuh akan menyerang setiap kelompok yang telah terbelah itu dan menguasai mereka secara terpisah, persis dengan apa yang terjadi saat ini di Lebanon dan Palestina.

Tujuan lain Barat dari menciptakan perpecahan antarmazhab Islam ialah membuat setiap kelompok merasa bahwa kelompok lain adalah musuh utamanya. Lebih jelasnya, Syiah diyakinkan oleh mereka dirinya adalah seteru Sunah. Begitu pula sebaliknya, Sunah adalah seteru bagi Syiah. Dalam suasana dan opini yang direkayasa seperti ini, apa yang akan dipetik oleh musuh Islam?

Contoh nyata dari suasana seperti di atas adalah perang 33 hari Hizbullah di Lebanon selama menghadapi agresi Israel yang dilengkapi dengan persenjataan canggih. Namun, tidak sedikit pemimpin negara-negara arab di kawasan dengan berbagai cara dan perangkat berusaha keras mendukung Israel. Yakni ketika satu kelompok Islam bangkit dan melawan musuh Islam untuk mempertahankan tanah air,harkat dan kemerdekaan rakyatnya, terdapat sebagian dari ulama yang lupa akan Islam dan kaum Muslimin sehingga tak segan lagi untuk memberikan fatwa agar tidak memberikan dukungan, termasuk dukungan doa kepada saudara-saudara pejuang mereka melawan Israel sebagai musuh utama Islam dan kaum Muslimin. “Khatama Allah ‘ala qulibihim wa ‘ala sam’ihim wa ‘ala absharihim ghisawah.”

Ini satu pengalaman pahit yang memang sudah dirancang oleh penindas dunia untuk menyabik-nyabik kekuatan dunia Islam dan kekuatan muslimin. Seandainya pun itu dialami oleh umat lain, kita juga seharusnya merasakan derita dan memiliki kebencian yang sama ketika terjadi penindasan terhadap orang lain. Sangat disayangkan sekali, sebagaian muslimin yang jahil dan lupa justru merasa senang ketika ada saudara muslim mereka yang ditindas dan dibunuh oleh musuh-musuh Islam.

Tampaknya, isu Bulat Sabit Syiah akan terus mencuat bila dikaitkan dengan Palestina. Akan banyak pertanyaan yang mungkin menjadi keraguan berbagai pihak dan negara di kawasan dan dunia Islam. Akhir-akhir ini, benak kita dikeruhkan dengan kekawatiran yang tak berasalan dan terseret untuk memikirkan; apakah bantuan dan dukungan kaum Syiah terhadap bangsa palestina adalah kepentingan politis mazhab tertentu?

Jelas, persoalan Palestina ini bukanlah permasalahan Sunnah dan Syiah, bukan pula kepetingan Arab atau Ajam. Palestina milik Islam dan seluruh kaum Muslimin dunia. Dukungan dan bantuan dalam bentuk apa pun terhadap bangsa terjajah di sana adalah kewajiban moral, tugas manusiawi dan hukum agama. Justru yang perlu dipertanyakan dan dipikirkan adalah; di mana letak Bulan Sabit Syiah? Bukankah ini hanya sekedar tuduhan yang tidak beralasan dan cara mendistorsi opini kaum Muslimin dari saudara-saudara mereka di Palestina?!

Ketika jutaan muslimin di Turkia, Sudan, Libya, Tunisia, Libanon, Bosnia, Afganistan, Mesir, Indonesia serta negara-negara Eropa dan Amerika berteriak menyambut seruan Imam Khomeini melaungkan semangat anti zionisme di Yaumul Quds, meneriakkan keadilan serta penentangannya pada kekuatan arogan Barat, di manakah letak Bulan Sabit Syiah?

Ketika Ahmadinejad di Columbia University menyatakan, “Kita harus membrikan peluang kepada bangsa Palestina untuk memutuskan masa depan mereka sendiri. Ini sesuai dengan semangat Piagam PBB dan prinsip-prinsip utama yang diabadikan di dalamnya. Berikan kesempatan kepada orang Yahudi, Muslim dan Kristen di Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri melalui sebuah referendum yang bebas. Apa pun yang mereka pilih sebagai sebuah bangsa, maka semua orang harus menerima dan menghormatinya. Lalu, di manakah letak bulan sabit Syiah?!

Bulat Sabit Syiah tidak di mana-mana. Isu ini hanyalah satu dari sekian tantangan di hadapan umat Islam di Timur Tengah dan dunia. Dan, Palestina sedianya membantu kita untuk mengubah tantangan itu menjadi peluang bersama; yaitu persatuan umat dalam kesatuan tantangan dan masalah. Palestina adalah satu masalah bersama; satu masalah Islam dan segenap kaum Muslimin.[]

Penulis: S1 Jurusan Filsafat Islam di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran

 

Diskusi: (1) >> feed
Palestina Bantah Bulan Sabit Syiah
Oleh: kiki Junaidi, November 13, 2007

Ya Allah Tolonglah Orang2 yang Menolong AgamaMu

Aturan Diskusi: Seluruh komentar yang masuk akan melalui proses seleksi dan pengeditan terlebih dahulu di meja redaksi sebelum kami tampilkan di Situs. Komentar yang ditulis dengan bahasa yang baik, sopan, tidak bersifat adu domba, menghujat dan membangun lebih mendapat perhatian redaksi, sehingga komentar tersebut akan dimuat di situs lebih besar. Setiap komentar bisa di komentari secara imbal balik. Redaksi berhak menolak setiap tanggapan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Selamat berdiskusi!.
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Tulis Kode:


busy
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
 

Berita

Cache Directory Unwriteable
Advertisement